Tidak Ingin Pengajuan Klaim Asuransi Ditolak? Berikut Tipsnya

Sungguh sangat menyesakkan ketika perusahaan asuransi melakukan penolakan atas pengajuan klaim yang dilakukan. Bagaimana tidak? Meski sudah memiliki polis asuransi, tapi tetap saja menanggung kerugian finansial sendiri karena penolakan ini. Dalam hal ini, Anda tidak bisa sepenuhnya menyalahkan perusahaan asuransi. Bisa jadi penolakan klaim terjadi akibat dari kelalaian Anda sebagai pemegang polis.  Oleh karenanya, jika tidak ingin pengajuan klaim asuransi ditolak, berikut tipsnya:

Bayar premi asuransi tepat waktu

Syarat yang harus dipenuhi oleh pemegang polis untuk dapat mengajukan klaim asuransi adalah memastikan bahwa polis asuransi yang dimiliki masih kondisi aktif. Dalam hal ini, Anda harus membayar premi asuransi tepat waktu. Sebab, apabila polis asuransi lapse karena premi asuransi sudah jatuh tempo bahkan telah melewati masa tenggang, perusahaan asuransi berhak melakukan penolakan pengajuan klaim. Kalau memang polis asuransi sudah lapse, Anda harus lakukan permohonan untuk mengaktifkan kembali polis asuransi kepada perusahaan asuransi.

Sekedar saran, sebaiknya tidak mencantumkan jaminan perluasan dalam polis atau tidak menggabungkan asuransi dengan investasi, apalagi jika penghasilan bulanan Anda terbilang pas-pasan. Tidak lain karena premi asuransi yang ditawarkan akan lebih mahal. Ditakutkan Anda tidak mampu membayar premi asuransi sehingga membuat polis asuransi jadi lapse. Akan tetapi, jika sering telat membayar premi asuransi karena sering lupa, tipsnya adalah buat reminder di HP atau di kalender serta pastikan tidak menunda-nunda pembayaran premi setelah penghasilan diperoleh.

Penuhi segala persyaratan yang diajukan

Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan klaim dari perusahaan asuransi. Persyaratan-persyaratan ini harus semuanya dipenuhi agar dokumen pengajuan tidak dikembalikan bahkan sampai dilakukan penolakan oleh perusahaan asuransi. Berikut ini beberapa persyaratan umum yang ditawarkan perusahaan asuransi dalam hal pengajuan klaim:

Asuransi kendaraan

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Surat keterangan dari kepolisian
  • Bukti foto kendaraan
  • SIM & STNK
  • Dll

Asuransi jiwa (klaim meninggal dunia)

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Hasil pemeriksaan medis
  • Surat keterangan meninggal (kalau meninggal karena kecelakaan, lampirkan BAP dari kepolisian)
  • Identitas diri tertanggung & ahli waris
  • Dll

Asuransi properti (klaim perabot)

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Daftar perabot yang rusak, cantumkan jenis, kuantitas, dan harga
  • Salinan faktur pembelian perabot
  • Surat penawaran penggantian perabot dari bengkel
  • Dll

Ajukan klaim sebelum batas waktu

Setiap perusahaan asuransi menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi. Jika Anda mengajukan klaim melewati batasan waktu yang telah ditetapkan, besar kemungkinan perusahaan asuransi tidak bisa memberikan manfaat atas polis asuransi yang telah dijanjikan. Maka dari itu, jika tidak ingin klaim asuransi ditolak, ajukan klaim sebelum batas waktu. Masing-masing produk asuransi memiliki batasan waktu pengajuan klaim yang berbeda-beda, lengkapnya sebagai berikut:

  • Klaim penyakit kritis. Lakukan klaim selambat-lambatnya 30 hari sejak didiagnosa penyakit kritis.
  • Klaim meninggal. Lakukan klaim selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal terjadinya resiko.
  • Klaim cacat tetap total. Lakukan klaim selambat-lambatnya 210 hari sejak tanggal terjadinya resiko.
  • Klaim asuransi kendaraan. Lakukan klaim selambat-lambatnya 5 hari setelah kerugian atau kecelakaan.
  • Klaim asuransi kecelakaan diri. lakukan klaim selambat-lambatnya 7 hari setelah kerugian atau kecelakaan.

Itulah beberapa tips guna menghindari penolakan klaim oleh perusahaan asuransi. Semoga premi yang telah Anda bayarkan dapat memberikan Anda manfaatkan di kemudian hari dengan penerimaan pengajuan klaim oleh perusahaan asuransi 😀