4 Faktor Pendukung agar Sukses dalam Berbisnis

Terjun dalam dunia bisnis atau usaha, tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tidak bisa berbisnis dengan baik karena tidak ada faktor pendukung yang tepat dalam menjalankan bisnis, bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gagal atau gulung tikar dalam bisnis. Yang harus Anda ketahui gagal dalam menjalankan bisnis memang sering terjadi pada pebisnis, kendati demikian bukan berarti tidak bisa dicegah.

Faktor untuk berhasil dalam dunia bisnis, bukan hanya dilihat dari berapa banyak modal yang dimiliki tapi masih butuh faktor pendukung lainnya. Adapun faktor pendukung yang dibutuhkan dalam berbisnis agar sukses yaitu lokasi, keuangan, inovasi, dan promosi. Untuk mengetahui lebih lanjut dari ke 4 faktor pendukung tersebut, ini dia penjelasannya.

Lokasi

Faktor pendukung pertama agar sukses dalam berbisnis yaitu lokasi. Lokasi sangat berperan penting dalam menjalankan bisnis terutama buat Anda yang berbisnis secara offline atau langsung. Jika lokasi yang dipilih tidak berada di tempat strategis, mana ada orang yang akan datang ke tempat Anda. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk berbisnis maka pertimbangkan terlebih dahulu masalah satu ini. Memilih lokasi berbisnis yang berada di tempat strategis, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang datang. Sebaliknya, tempat yang dipilih kurang tepat akan memiliki resiko seperti sepi pembeli dan terjadi pencurian.

Bagi Anda yang masih bingung dalam memilih lokasi untuk mendirikan bisnis, caranya yaitu dengan memilih lokasi yang mudah diakses, tingkat kompetisinya rendah, dan banyak penduduknya.

Keuangan

Tujuan berbisnis, tidak lain dan tidak bukan yaitu ingin mendapatkan laba dari hasil penjualan. Untuk bisa sukses dalam berbisnis, maka faktor pendukung selanjutnya yaitu mengenai masalah keuangan. Masalah satu ini tidak hanya pada masalah modal yang harus dimiliki banyak. Percuma saja memiliki modal yang banyak tapi tidak bisa mengendalikan keuangan dengan baik tentunya akan berakibat pada pemborosan. Oleh karena itu, agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis Anda harus bisa mengelola keuangan dengan bijaksana. Adapun cara yang bisa dilakukan oleh Anda untuk mengatur atau mengelola keuangan perusahaan atau bisnis yaitu membuat anggaran belanja, membuat kas pendapatan, dan memisahkan uang pribadi dengan uang usaha.

Inovasi

Pastinya konsumen akan merasa bosan dengan bisnis Anda bila tidak ada hal yang baru. Selain itu, bisnis yang tanpa adanya perubahan atau inovasi, lambat laun akan dikalahkan oleh pebisnis lainnya. Adanya masalah ini, bisa berdampak buruk pada bisnis Anda karena tidak ada peminatnya. Sebagai seorang yang ingin berbisnis, inovasi itu sangat penting. Jadi, jangan merasa puas dengan apa yang sudah ada. Teruslah untuk melakukan perubahan agar produk-produk Anda memiliki inovasi yang bisa menjadi daya tarik pembeli. Untuk mendapatkan ide yang bagus agar bisa berinovasi, Anda bisa buka-buka google.

Promosi

Terakhir yang bisa menjadi faktor pendukung agar bisnis sukses yaitu promosi. Promosi sangat penting bagi seorang pebisnis. Dengan melakukan promosi, maka Anda telah memberitahu mengenai bisnis Anda ini kepada banyak orang. Untuk menarik daya tarik konsumen, promosi bisa dilakukan dengan cara memberikan potongan harga atau memberikan hadiah bagi pembeli yang membeli produk Anda lebih dari dua. Biasanya promosi bisa menjadi daya tarik konsumen untuk membeli. Gencarlah dalam mempromosikan bisnis.

Nah, itulah 4 faktor pendukung agar sukses dalam berbisnis. Selain 4 faktor di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah perencanaan.

Fakta Unik Seputar Persaingan Bisnis

Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia yang mana pada sektor bisnisnya terdapat persaingan yang cukup ketat. Hal ini terbukti dengan banyak ditemukannya perusahaan atau usaha yang menawarkan jasa dan produk yang sama di berbagai kota di tanah air. Apabila Anda adalah seorang pebisnis pemula, ada baiknya untuk mengetahui fakta unik seputar persaingan bisnis di bawah ini agar Anda tidak kaget bila kompetitor Anda adalah lawan yang tidak boleh disepelekan:

Membuka bisnis yang sama di lokasi yang berdekatan dengan kompetitor

Anda tahukan Indomaret dan Alfamart? Ya, kedua usaha yang menjual produk kebutuhan rumah tangga kerap didirikan bersebelahan di tempat-tempat tertentu. Entah apa alasan si pemilik melakukan hal tersebut, yang pasti hal ini dilakukan demi persaingan. Perbedaan harga produk, ketersediaan produk, dan layanan karyawan yang biasanya menjadi pembeda dan daya tarik konsumen untuk memilih mana dari dua tempat belanja ini yang sebaiknya dikunjungi. Tidak hanya soal Indomaret dan Alfamart tapi masih banyak sekali usaha yang menjual jasa dan produk yang sama yang didirikan di lokasi yang berdekatan. Bila Anda mengalami hal serupa, Anda tentu harus mencari cara agar calon konsumen lebih tertarik untuk datang ke tempat Anda. Uniknya lagi, ada kalanya bila cara positif tidak berhasil, beberapa pengusaha menggunakan cara negatif berupa pemasangan benda-benda berbagai magis sebagai penglaris. Jangan anggap ini sebuah omong kosong belaka karena sudah ada banyak orang yang melakukan hal ini.

Menjelek-jelekkan satu sama lain

Bila Anda ingat sebuah iklan di televisi tentang provider kartu GSM yang identik dengan warna biru, merah, dan kuning, Anda pasti tahu bahwa dalam setiap iklan yang mereka buat, terselip hal-hal yang menjelekkan satu sama lain. Ya, provider A menjelekkan provider B dan C, lalu sebaliknya. Hal ini tidak hanya terjadi di televisi tapi juga di persaingan usaha yang ada di pasaran. Sebagai contoh, toko baju yang lokasi berdekatan, ketika ada pembeli yang keluar dari toko sebelah dan masuk ke toko satunya, pemilik toko bisa saja menjelekkan-jelekkan toko sebelah dengan tujuan agar calon pembeli mau melakukan pembelian. Meskipun aroma kompetisi selalu tercium dari para pemilik perusahaan, beberapa karyawannya justru berteman akrab. Ketika menunggu calon pembeli datang, mereka asyik ngobrol santai di depan toko tanpa peduli bahwa toko mereka sama-sama berkompetisi untuk mendapatkan banyak penjualan. Yang namanya persaingan, tidak harus melulu “panas”, bukan? Terkadang, ada masa di mana hal-hal baik bisa melengkapi persaingan yang ada.

Meniru apa yang dilakukan kompetitor

Kehabisan ide, tidak mau kalah dari kompetitor, atau ingin menjatuhkan pesaing adalah alasan mengapa banyak pengusaha yang memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan oleh pesaing mereka. Mereka berharap dengan melakukan hal yang sama, para calon pembeli mau singgah ke tempat mereka dan melakukan sejumlah transaksi. Parahnya, apa yang mereka lakukan berhasil padahal mereka hanya “mencontek” ide kompetitor mereka. Hal ini bisa disahkan selama kompetitor tidak mempatenkan apa yang mereka buat atau cipatakan. Pengusaha manapun boleh meniru atau mencontoh sesuka hati mereka demi kemajuan dan perkembangan usaha mereka. Bila Anda tidak punya ide dan berniat untuk meniru ide para pesaing Anda, itu sah-sah saja untuk dilakukan tapi alangkah baiknya jika Anda mengembangkan ide tersebut agar hasilnya lebih baik dari apa yang sudah didapatkan oleh kompetitor.