3 Hal Ini Bisa Gagalkan Klaim Asuransi Mobil Anda

Mengasuransikan kendaraan roda empat merupakan hal yang sangat dianjurkan kepada pemilik mobil mengingat bahwa kecelakaan lalu lintas atau kasus pencurian mobil bisa saja terjadi tanpa diduga-duga sebelumnya. Saat ini sendiri, sudah ada banyak sekali pengemudi yang mengasuransikan mobil mereka di berbagai perusahaan asuransi. Sayangnya, beberapa dari pemegang polis merasa kecewa dengan beberapa perusahaan asuransi tertentu karena klaim yang mereka ajukan ditolak sehingga mereka harus menanggung sendiri kerugian yang dialami. Apakah Anda seorang policy holder yang pernah mengalami penolakan klaim? Jika iya, apakah Anda menyalahkan pihak asuransi? Jika jawabannya iya, ketahui dulu alasannya. Sadari bahwa mereka melakukan hal tersebut karena kesalahan Anda. Pada umumnya, mereka akan menolak klaim jika:

Terbukti menyetir dalam pengaruh minuman keras atau obat terlarang

Dalam salah satu peraturan yang ditetapkan oleh pihak asuransi mobil, pengendara tidak akan mendapatkan layanan perbaikan maupun biaya ganti rugi apabila kendaraan rusak karena disebabkan oleh kesengajaan pengemudi. Mabuk-mabukan dan kemudian mengendari mobil adalah salah satu hal yang dianggap sebagai tindak kesengajaan untuk merusak mobil. Maka dari itu, pihak asuransi akan menolak klaim yang diajukan. Hal ini diberlakukan oleh seluruh perusahaan asuransi kendaraan di Indonesia guna membuat pemegang polis lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraan roda empat mereka.

SIM sudah tidak aktif

Secara hukum, pengendara kendaraan roda dua maupun empat harus memiliki SIM sebagai bukti sah bahwa mereka boleh mengendarai kendaraan. Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pengendara tidak memiliki surat izin sama sekali atau mereka tidak memperpanjang masa aktif surat izin mengemudi mereka dengan berbagai alasan. Ketika mengajukan klaim, pihak asuransi akan meminta nasabah untuk menunjukkan SIM mereka guna mengetahui apakah surat tersebut masih aktif atau tidak. Jika diketahui bahwa SIM pemegang polis sudah tidak aktif, mereka tidak akan menerima pengajuan klaim tersebut. Hal ini dikarenakan pengemudi/policy holder sudah melanggar peraturan lalu lintas dan berkendara dan mereka seharusnya tidak berhak untuk mengendarai kendaraan. Dengan demikian, kerusakan atau kehilangan yang dialami harus ditanggung sendiri.

Jangan berpikir bahwa ada perusahaan asuransi yang tetap akan membiarkan Anda menerima ganti rugi walaupun SIM sudah tidak aktif lagi. Jika pun ada, wajib kiranya untuk berhati-hati karena bisa saja mereka ingin melakukan tindak penipuan. Sadari bahwa kebanyakan perusahaan asuransi menerapkan peraturan yang sama dalam proses pengajuan klaim. Sebagai contoh, jika Anda membeli asuransi mobil simasnet, peraturan yang ditetapkan dalam proses pengajuan klaim sama di mana klaim akan ditolak jika surat izin berkendara sudah tidak aktif lagi. Jika ingin tahu info lengkapnya, silahkan ke http://www.asuransi-mobil.org/asuransi-sinar-mas/.

Rambu-rambu lalu lintas tidak ditaati

Menaati rambu-rambu lalu lintas adalah kewajiban. Namun, seperti tidak berpendidikan dan tidak tahu arti dari rambu-rambu lalu lintas, banyak pengendara yang tidak mematuhinya. Alhasil, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pun bertambah. Ketika mengajukan klaim, pemegang polis diminta untuk memberitahukan kronologis kejadian dan pihak asuransi pun akan melihat bukti (jika ada) di lapangan. Jika diketahui bahwa kerugian disebabkan karena Anda melanggar rambu-rambu lalu lintas, mereka akan langsung menolak klaim. Ya, ini adalah kesalahan yang disebabkan karena kelalaian yang seharusnya dihindari. Jika Anda memilih untuk komplain atau mengelak kelalian tersebut, mereka sudah punya bukti yang kuat untuk “membungkam” komplain dan kebohongan Anda.