Fakta Unik Seputar Persaingan Bisnis

Indonesia adalah salah satu negara berkembang di dunia yang mana pada sektor bisnisnya terdapat persaingan yang cukup ketat. Hal ini terbukti dengan banyak ditemukannya perusahaan atau usaha yang menawarkan jasa dan produk yang sama di berbagai kota di tanah air. Apabila Anda adalah seorang pebisnis pemula, ada baiknya untuk mengetahui fakta unik seputar persaingan bisnis di bawah ini agar Anda tidak kaget bila kompetitor Anda adalah lawan yang tidak boleh disepelekan:

Membuka bisnis yang sama di lokasi yang berdekatan dengan kompetitor

Anda tahukan Indomaret dan Alfamart? Ya, kedua usaha yang menjual produk kebutuhan rumah tangga kerap didirikan bersebelahan di tempat-tempat tertentu. Entah apa alasan si pemilik melakukan hal tersebut, yang pasti hal ini dilakukan demi persaingan. Perbedaan harga produk, ketersediaan produk, dan layanan karyawan yang biasanya menjadi pembeda dan daya tarik konsumen untuk memilih mana dari dua tempat belanja ini yang sebaiknya dikunjungi. Tidak hanya soal Indomaret dan Alfamart tapi masih banyak sekali usaha yang menjual jasa dan produk yang sama yang didirikan di lokasi yang berdekatan. Bila Anda mengalami hal serupa, Anda tentu harus mencari cara agar calon konsumen lebih tertarik untuk datang ke tempat Anda. Uniknya lagi, ada kalanya bila cara positif tidak berhasil, beberapa pengusaha menggunakan cara negatif berupa pemasangan benda-benda berbagai magis sebagai penglaris. Jangan anggap ini sebuah omong kosong belaka karena sudah ada banyak orang yang melakukan hal ini.

Menjelek-jelekkan satu sama lain

Bila Anda ingat sebuah iklan di televisi tentang provider kartu GSM yang identik dengan warna biru, merah, dan kuning, Anda pasti tahu bahwa dalam setiap iklan yang mereka buat, terselip hal-hal yang menjelekkan satu sama lain. Ya, provider A menjelekkan provider B dan C, lalu sebaliknya. Hal ini tidak hanya terjadi di televisi tapi juga di persaingan usaha yang ada di pasaran. Sebagai contoh, toko baju yang lokasi berdekatan, ketika ada pembeli yang keluar dari toko sebelah dan masuk ke toko satunya, pemilik toko bisa saja menjelekkan-jelekkan toko sebelah dengan tujuan agar calon pembeli mau melakukan pembelian. Meskipun aroma kompetisi selalu tercium dari para pemilik perusahaan, beberapa karyawannya justru berteman akrab. Ketika menunggu calon pembeli datang, mereka asyik ngobrol santai di depan toko tanpa peduli bahwa toko mereka sama-sama berkompetisi untuk mendapatkan banyak penjualan. Yang namanya persaingan, tidak harus melulu “panas”, bukan? Terkadang, ada masa di mana hal-hal baik bisa melengkapi persaingan yang ada.

Meniru apa yang dilakukan kompetitor

Kehabisan ide, tidak mau kalah dari kompetitor, atau ingin menjatuhkan pesaing adalah alasan mengapa banyak pengusaha yang memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan oleh pesaing mereka. Mereka berharap dengan melakukan hal yang sama, para calon pembeli mau singgah ke tempat mereka dan melakukan sejumlah transaksi. Parahnya, apa yang mereka lakukan berhasil padahal mereka hanya “mencontek” ide kompetitor mereka. Hal ini bisa disahkan selama kompetitor tidak mempatenkan apa yang mereka buat atau cipatakan. Pengusaha manapun boleh meniru atau mencontoh sesuka hati mereka demi kemajuan dan perkembangan usaha mereka. Bila Anda tidak punya ide dan berniat untuk meniru ide para pesaing Anda, itu sah-sah saja untuk dilakukan tapi alangkah baiknya jika Anda mengembangkan ide tersebut agar hasilnya lebih baik dari apa yang sudah didapatkan oleh kompetitor.

Tidak Ingin Pengajuan Klaim Asuransi Ditolak? Berikut Tipsnya

Sungguh sangat menyesakkan ketika perusahaan asuransi melakukan penolakan atas pengajuan klaim yang dilakukan. Bagaimana tidak? Meski sudah memiliki polis asuransi, tapi tetap saja menanggung kerugian finansial sendiri karena penolakan ini. Dalam hal ini, Anda tidak bisa sepenuhnya menyalahkan perusahaan asuransi. Bisa jadi penolakan klaim terjadi akibat dari kelalaian Anda sebagai pemegang polis.  Oleh karenanya, jika tidak ingin pengajuan klaim asuransi ditolak, berikut tipsnya:

Bayar premi asuransi tepat waktu

Syarat yang harus dipenuhi oleh pemegang polis untuk dapat mengajukan klaim asuransi adalah memastikan bahwa polis asuransi yang dimiliki masih kondisi aktif. Dalam hal ini, Anda harus membayar premi asuransi tepat waktu. Sebab, apabila polis asuransi lapse karena premi asuransi sudah jatuh tempo bahkan telah melewati masa tenggang, perusahaan asuransi berhak melakukan penolakan pengajuan klaim. Kalau memang polis asuransi sudah lapse, Anda harus lakukan permohonan untuk mengaktifkan kembali polis asuransi kepada perusahaan asuransi.

Sekedar saran, sebaiknya tidak mencantumkan jaminan perluasan dalam polis atau tidak menggabungkan asuransi dengan investasi, apalagi jika penghasilan bulanan Anda terbilang pas-pasan. Tidak lain karena premi asuransi yang ditawarkan akan lebih mahal. Ditakutkan Anda tidak mampu membayar premi asuransi sehingga membuat polis asuransi jadi lapse. Akan tetapi, jika sering telat membayar premi asuransi karena sering lupa, tipsnya adalah buat reminder di HP atau di kalender serta pastikan tidak menunda-nunda pembayaran premi setelah penghasilan diperoleh.

Penuhi segala persyaratan yang diajukan

Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengajukan klaim dari perusahaan asuransi. Persyaratan-persyaratan ini harus semuanya dipenuhi agar dokumen pengajuan tidak dikembalikan bahkan sampai dilakukan penolakan oleh perusahaan asuransi. Berikut ini beberapa persyaratan umum yang ditawarkan perusahaan asuransi dalam hal pengajuan klaim:

Asuransi kendaraan

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Surat keterangan dari kepolisian
  • Bukti foto kendaraan
  • SIM & STNK
  • Dll

Asuransi jiwa (klaim meninggal dunia)

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Hasil pemeriksaan medis
  • Surat keterangan meninggal (kalau meninggal karena kecelakaan, lampirkan BAP dari kepolisian)
  • Identitas diri tertanggung & ahli waris
  • Dll

Asuransi properti (klaim perabot)

  • Polis
  • Formulir pengajuan klaim
  • Daftar perabot yang rusak, cantumkan jenis, kuantitas, dan harga
  • Salinan faktur pembelian perabot
  • Surat penawaran penggantian perabot dari bengkel
  • Dll

Ajukan klaim sebelum batas waktu

Setiap perusahaan asuransi menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi. Jika Anda mengajukan klaim melewati batasan waktu yang telah ditetapkan, besar kemungkinan perusahaan asuransi tidak bisa memberikan manfaat atas polis asuransi yang telah dijanjikan. Maka dari itu, jika tidak ingin klaim asuransi ditolak, ajukan klaim sebelum batas waktu. Masing-masing produk asuransi memiliki batasan waktu pengajuan klaim yang berbeda-beda, lengkapnya sebagai berikut:

  • Klaim penyakit kritis. Lakukan klaim selambat-lambatnya 30 hari sejak didiagnosa penyakit kritis.
  • Klaim meninggal. Lakukan klaim selambat-lambatnya 60 hari setelah tanggal terjadinya resiko.
  • Klaim cacat tetap total. Lakukan klaim selambat-lambatnya 210 hari sejak tanggal terjadinya resiko.
  • Klaim asuransi kendaraan. Lakukan klaim selambat-lambatnya 5 hari setelah kerugian atau kecelakaan.
  • Klaim asuransi kecelakaan diri. lakukan klaim selambat-lambatnya 7 hari setelah kerugian atau kecelakaan.

Itulah beberapa tips guna menghindari penolakan klaim oleh perusahaan asuransi. Semoga premi yang telah Anda bayarkan dapat memberikan Anda manfaatkan di kemudian hari dengan penerimaan pengajuan klaim oleh perusahaan asuransi 😀